Hell Yeah Pointer 5

Rabu, 26 November 2014

SUPERVISI AKADEMIK UNTUK KEPALA SEKOLAH

Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 13 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing- masing komponen kompetensi kepala sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 13 tahun 2007. 
Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan  program penguatan kepala sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan kepala sekolah sangat penting mengingat peran strategis kepala sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. 

Mendikbud Luncurkan Aplikasi Android Perpustakaan Kemendikbud

Jakarta, 25 November 2014 --- Kebutuhan masyarakat untuk mengakses katalog perpustakaan kini bisa terpenuhi lewat teknologi selular. Bertepatan dengan Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2014, Selasa (25/11), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meluncurkan aplikasi Senayan Library ManagementSystem (SLiMS) versi Android dan portal perpustakaan.kemdikbud.go.id, di Jakarta. Peluncuran ini merupakan kado ulang tahun ke-10 bagi Perpustakaan Kemendikbud.

KURIKULUM 2013

alam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.

Jumat, 21 Juni 2013

APLIKASI ALAT PENYEMPROT LISTRIK-STATIK SISTEM BUTIRAN TERKONTROL

1. PENDAHULUAN

Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan   dan  pengendalian   hama  &  penyakit  tumbuhan.  Kinerja  sprayer  sangat ditentukan  kesesuaian  ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan  dalam satuan waktu tertentu   sehingga   sesua dengan   ketentuan   penggunaan   dosi pestisid yang   akan disemprotkan.

APLIKASI ALAT PENYEMPROT LISTRIK-STATIK SISTEM BUTIRAN TERKONTROL

1. PENDAHULUAN

Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan   dan  pengendalian   hama  &  penyakit  tumbuhan.  Kinerja  sprayer  sangat ditentukan  kesesuaian  ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan  dalam satuan waktu tertentu   sehingga   sesua dengan   ketentuan   penggunaan   dosi pestisid yang   akan disemprotkan.

APLIKASI ALAT PENYEMPROT LISTRIK-STATIK SISTEM BUTIRAN TERKONTROL

1. PENDAHULUAN

Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan   dan  pengendalian   hama  &  penyakit  tumbuhan.  Kinerja  sprayer  sangat ditentukan  kesesuaian  ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan  dalam satuan waktu tertentu   sehingga   sesua dengan   ketentuan   penggunaan   dosi pestisid yang   akan disemprotkan.

Rabu, 22 Mei 2013

PENERAPAN KONSEP KONTINUITAS DALAM PEMBUATAN ALAT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA OMBAK



ABSTRAK
Di Indonesia ini mempunyai luas lautan yang sangat besar . Total luas lautan hampir 8 juta km2 dengan ini dapat di galakkan gerakan untuk meningkatkaninventarisasi sumberdaya non hayatidimana salah satunya berupa potensi energi ombak. Potensi ombak di sekitar Laut jawa sangatlah tinggi.  Di Pantai sepanjang samudera hindia , memiliki potensi Ombak yang sangat besar.dengan kata lain bahwa potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik pembangkit listrikjuga memanfaatkan energi ombak dengan menggunakan konsep kontinuitas dan turbin angin. Turbin angin atau sistem konversi energi angin (SKEA)  berfungsi mengubah energi angin menjadi energi listrik. Integrasi sistem kontrol turbin angin untuk mengontrol kecepatan poros penggerak rotor pada generator. Kontrol kecepatan generator diharapkan mampu menghasilkankecepatan dalam nilai tertentu, sehingga  generator mampu beroperasi pada daerah kerja optimum. Apabila generator memiliki kecepatan sudut kurang dari range yang ditetapkan, maka generator tidak mampu menghasilkan energi listrik yang cukup.sehingga perlu penerapan konsep kontinuitas dan aerodinamika.sehingga ketika turbin dilewati tekanan udara dari segala arah dapat berputar dengan satu arah.
Kata kunci:  potensi energi ombak, aerodinamika,turbin angin

file download ::  pendahuluan